Sep
20
Filed Under (Uncategorized) by akiskandar on 20-09-2006

Hari-hari ini saya melihat dan mengalami betapa orang yang punya hati jauh lebih dibutuhkan daripada orang yang "hanya" punya kepintaran.

Dengan kepintaran orang dapat melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Dengan kepintaran, banyak prestasi dapat diraih. Dengan kepintaran, banyak alasan untuk berbangga diri. Kepintaran bisa jadi merupakan alat yang sangat efektif untuk mem-"besar"-kan diri sendiri.

Tapi, tanpa hati, semua kebaikan dan kebesaran dan keunggulan itu hanya akan menjadi bahan baku bagi tembok kastil yang semakin tinggi, semakin besar, semakin megah. Tanpa hati, menara-lah yang akan dibangun oleh kepintaran.

Dengan hati, kepintaran akan membangun jalan dan jembatan - bukan kastil. Dengan hati, jalan dan jembatan itu akan menjangkau banyak orang, menjadi berkat bagi semakin banyak orang.

Kastil, jalan dan jembatan: apa bedanya? Ketiganya adalah bagian dan bukti dari kemajuan peradaban manusia. Bedanya, kastil memusatkan kemajuan dan peradaban di satu tempat; sedangkan jalan dan jembatan menyebarluaskan kemajuan dan peradaban itu ke banyak tempat, memajukan seluruh masyarakat. Kastil mengukuhkan status quo karena di dalam kejayaan masa lalulah status quo terletak; jalan dan jembatan mendobrak stagnasi dan memaksa orang untuk terus maju seraya menolak ketertinggalan. Demikianlah hati memampukan kepintaran mengkontekstualkan dirinya. Dengan hati, kepintaran akan menjadi berguna, sesuai kebutuhan masyarakat di mana ia berada.

Tapi bagaimana kalau hati tidak diimbangi kepintaran? Mana yang harus kita pilih? Orang yang punya hati atau orang yang pintar? Tetap, hati masih lebih baik daripada kepintaran. Hati akan menemukan jalannya sendiri agar ia menjadi berguna. Tapi tidak demikian dengan kepintaran. Tanpa hati, kepintaran hanya akan mencari jalan untuk membesarkan dirinya sendiri tanpa menjadi berguna. Kepintaran tanpa hati hanya akan menjadi parasit.

Karena itulah, di atas segalanya, sangat penting kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan.