It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Hari-hari ini saya melihat dan mengalami betapa orang yang punya hati jauh lebih dibutuhkan daripada orang yang "hanya" punya kepintaran.
Dengan kepintaran orang dapat melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Dengan kepintaran, banyak prestasi dapat diraih. Dengan kepintaran, banyak alasan untuk berbangga diri. Kepintaran bisa jadi merupakan alat yang sangat efektif untuk mem-"besar"-kan diri sendiri.
Tapi, tanpa hati, semua kebaikan dan kebesaran dan keunggulan itu hanya akan menjadi bahan baku bagi tembok kastil yang semakin tinggi, semakin besar, semakin megah. Tanpa hati, menara-lah yang akan dibangun oleh kepintaran.
Dengan hati, kepintaran akan membangun jalan dan jembatan - bukan kastil. Dengan hati, jalan dan jembatan itu akan menjangkau banyak orang, menjadi berkat bagi semakin banyak orang.
Kastil, jalan dan jembatan: apa bedanya? Ketiganya adalah bagian dan bukti dari kemajuan peradaban manusia. Bedanya, kastil memusatkan kemajuan dan peradaban di satu tempat; sedangkan jalan dan jembatan menyebarluaskan kemajuan dan peradaban itu ke banyak tempat, memajukan seluruh masyarakat. Kastil mengukuhkan status quo karena di dalam kejayaan masa lalulah status quo terletak; jalan dan jembatan mendobrak stagnasi dan memaksa orang untuk terus maju seraya menolak ketertinggalan. Demikianlah hati memampukan kepintaran mengkontekstualkan dirinya. Dengan hati, kepintaran akan menjadi berguna, sesuai kebutuhan masyarakat di mana ia berada.
Tapi bagaimana kalau hati tidak diimbangi kepintaran? Mana yang harus kita pilih? Orang yang punya hati atau orang yang pintar? Tetap, hati masih lebih baik daripada kepintaran. Hati akan menemukan jalannya sendiri agar ia menjadi berguna. Tapi tidak demikian dengan kepintaran. Tanpa hati, kepintaran hanya akan mencari jalan untuk membesarkan dirinya sendiri tanpa menjadi berguna. Kepintaran tanpa hati hanya akan menjadi parasit.
Karena itulah, di atas segalanya, sangat penting kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan.
Nah.. Andrea skrg sudah jadi jembatan ya.. bravo buat tulisannya yang ini.
jadi intinya…
kita harus menyelaraskan antara hati dan kepintaran…
karena, klo kepintaran berjalan sendiri ia bakalan nyasar…jadi hati disini sebagai penunjuk arah…
sedangkan hati…
karena hati itu ada hubungan ama TUHAN, so ga pa2 jalan sendiri. karena Tuhan yang pimpin jalannya…
jadi inti demi inti…
klo kepintaran tanpa hati… itu bahaya…
tapi selama Tuhan tetep bimbing kita, no problem toh???
(Sorry, kok jadi aku yang buka blog sendiri ya???)
(heheheeeee…)
=)
selamat berjuang lagi ya…
CIA YO…!!!!
ACHA ACHA WHAITING!!!
=)
Pak, inget ga beberapa tahun yang lalu ketika saya kelas 3? saya inget banget hari itu hari rabu sore, saya dan anastasia sedang mengerjakan bahan ktb untuk persekutuan hari kamis, waktu saya tanya Bapak mau di print-nin bahan ktbnya ga? Trus Bapak menjawab ga. Trus saya tanya kenapa? Bapak bilang sibuk, ga akan sempet untuk persiapan.
Waktu itu saya marah sekali dan beberapa waktu kemudian saya mengirimkan message ke Bapak tentang hati, saya masih inget banget saya bilang kalo punya hati kita pasti mau bela-belain, pasti mau ngorbanin waktu tidur kita untuk persiapan dan setelah Bapak baca itu sikap Bapak langsung berubah ke saya, saya tau Bapak marah sama saya. Saya akui message saya waktu itu memang kata-katanya tajam… kondisinya waktu itu saya sendiri juga ngajar les dari pulang sekolah sampe jam 9 ato kadang sampe jam 10 malam tapi saya mau untuk berusaha persiapan. Saya tau saya bukan Bapak dan saya ga tau kondisi dan alasan Bapak saat itu.
Sekarang saya seneng banget baca Blog Bapak yang seperti ini, coba dari dulu he..he… tapi ga apalah… setiap orang punya waktunya sendiri untuk menyadari sesuatu. Semoga Tuhan memberikan hati yang penuh kasih untuk orang lain bukan untuk diri sendiri, sehingga orang lain bisa melihat kasih Tuhan lewat Bapak ^_^
Bapak tau lagu ini ga?
Hidup Bagi Kristus
Tuhan kau pernah ada ditengah manusia
Berjalan diantara manusia berdosa
Menyembuhkan yang luka mengangkat yang jatuh
Melepaskan yang terikat dalam dosa
Tuhan t’lah kurasakan indahnya kasihMu
Tak mungkin hanya kusimpan berdiam diri
Bawalah aku berjalan ditengah duniaMu
Bawalah aku hidup hanya untuk Mu
Reff: Hidup bagi Kristus
Hanya mungkin karna KasihNya
Hidup bagi Kristus
Hanya mungkin karna Anugrah
Mengasihi yang Dia kasihi
Mengerjakan yang Dia kerjakan
Ku mau hidup bagi Kristus
Lagu yang indah bukan? Bingung ya kenapa? Saya tulis lagu ini juga he..he.. selamat berbingung ria ^_^