Sep
26

Menilai Kesungguhan Sebuah Visi

Filed Under (Uncategorized) by akiskandar on 26-09-2006

Membuat visi yang "kinclong", yang puitis, yang terpampang dengan manisnya di dinding-dinding perusahaan dan di kop-kop surat perusahaan sangat mudah. Apalagi kalau didukung oleh desainer grafis yang nomor wahid, ditambah dana yang memadai untuk bingkai dan berbagai perlengkapan memajang dan memamerkan tulisan-tulisan visi itu. Tetapi pertanyaannya, sejauh mana visi itu benar-benar menjadi kenyataan-hidup bagi perusahaan? Sejauh mana visi itu menjadi pandu bagi setiap tarikan napas kehidupan perusahaan? Sejauh mana visi itu telah mendarah daging dalam denyut nadi kegiatan perusahaan dan dalam hembusan napas setiap orang di dalamnya?

Yang pertama, sangat mudah menilainya. Tengoklah kepada sang pimpinan. Lihatlah siapa (yaitu, orang-orang macam apa) yang dijadikan "orang-orang kunci" dalam perusahaan. Yang saya maksudkan dengan orang-orang kunci bukan dan tidak boleh disamakan dengan orang-orang yang memegang jabatan kunci. Itu adalah dua hal yang berbeda. Bisa saja orang memegang jabatan kunci, tapi tidak dianggap, tidak diperlakukan sebagai orang kunci. Yang harus dilihat adalah siapa orang-orang kunci di perusahaan itu. Siapa orang-orang yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan, yang seringkali diajak konsultasi, yang suaranya didengar.

Dalam zaman ini, bekerja secara tim adalah imperatif. Adakah yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut? Setiap orang mewakili nilai-nilai tertentu. Orang-orang kunci sang pimpinan menggambarkan dengan sangat gamblang nilai-nilai yang dihargai olehnya, serta kinerja dan sikap yang diharapkannya.

Menilai visi dari pernyataan formal yang dicetak di kop surat dan dipampangkan di dinding-dinding tidak sahih. Visi harus dinilai dari orang-orang yang ada di sekitar sang pimpinan. Dengan demikian kita mengetahui akan jadi apa perusahaan itu dalam 5 tahun mendatang.

Yang kedua, lihatlah bagaimana sang pimpinan mendelegasikan tugasnya kepada staf struktural/fungsional dan tugas-tugas apa yang diberikannya kepada staf administrasi. Tugas-tugas itu bukan sekedar tugas yang netral. Tugas-tugas itu bisa berbicara banyak, sama seperti orang-orang kunci; tugas-tugas itu menggambarkan apa yang dihargai oleh sang pimpinan, bagaimana ia memandang pekerjaannya, bagaimana ia menilai orang-orang penerima tugas itu, bahkan juga menggambarkan bagaimana konsep abstraknya tentang "bagaimana roda perusahaan seharusnya bergulir".

Kehidupan sebuah visi sangat tergantung pada pimpinan perusahaan. Dan niat sang pimpinan serta pemahaman dan penghayatan visi itu oleh sang pimpinan dapat dilihat dari bagaimana ia mengelola orang-orang di sekitarnya dan bagaimana ia menggulirkan roda perusahaan.

Benarkah visi yang dipampang di mana-mana itu visi yang dihidupi? Tidak perlu riset ekstensif. Gampang saja. Lihatlah ke sekelilingmu dan tanyakan: "Ke tujuan mana semua ini akan bergulir?" "Bersediakah saya memberikan sekian tahun dari hidup saya untuk mencapai tujuan itu?"



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: