It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
RENCANA PERJALANAN. Johor Bahru dan wilayah Barat: Chinese Garden, Jurong Bird Park, NUS.
JOHOR BAHRU. Saya berangkat agak siang karena kegiatan bisnis di Johor Bahru dimulai sekitar pukul 11, lagipula perjalanan ke wilayah Barat terutama akan lebih menarik di malam hari. Baik NUS maupun Chinese Garden buka sampai larut malam. Perjalanan saya tempuh melalui MRT ke Kranji, disambung dengan bus Causeway Link. Ternyata Causeway Link lebih mahal daripada SBS dan juga lebih ribet.
Perjalanan itu cukup singkat, dengan dua tempat perhentian: imigrasi Singapura dan imigrasi Malaysia. Di bagian imigrasi Malaysia saya tertinggal bus Causeway Link yang semula saya tumpangi karena lamanya proses di loket saya, walaupun sebenarnya proses saya sendiri berjalan cepat. Akhirnya saya pun naik di bus berikutnya, hanya sendiri.
Di Johor Bahru saya cukup bingung dengan arah lalu lintas dan tempat tombol penyala lampu hijau untuk menyeberang jalan. Baru saja tiba, saya sudah hampir ditabrak mobil karena menyeberang sembarangan. Rupanya tombol itu, yang di Singapura menghadap ke trotoar, di Malaysia menghadap ke jalan raya.
Tidak seperti Singapura, Johor Bahru berantakan. Tidak ada tanda-tanda penunjuk jalan ke tempat-tempat menarik yang ada di peta mereka. Akhirnya saya hanya memfoto Bangunan Sultan Ibrahim dan tidak ke mana-mana lagi, hanya sekitar 1 jam, lalu kembali ke Singapura. Tadinya berencana naik Causeway Link, tapi karena pelayanannya yang membingungkan akhirnya saya kembali dengan SBS. Untung, ternyata SBS lebih murah. Rupanya RM25 yang saya beli kemarin sia-sia.
WILAYAH BARAT. Dari Kranji, kembali saya naik MRT ke ujung barat, melalui Chinese Garden, lantas ke Jurong. Tempat yang menarik, untungnya juga saya mendapat voucher potongan 25% dari Chika. Tetapi rupanya saya orang yang lebih suka melihat keseluruhan daripada berlama-lama di satu tempat, jadi saya menggunakan Panorail (semacam monorail) untuk berkeliling dan selebihnya hanya melihat lebih dalam wilayah African Wetland, burung hantu dan pinguin. Kalau beramai-ramai mungkin lebih enak berkeliling, melihat burung-burung itu satu per satu dan juga ke tempat reptil. Tapi kalau sendiri, saya lebih memilih melihat sekilas, tetapi menyeluruh.
Selesai dari Jurong Bird Park, hujan sangat lebat turun. Lagi-lagi, untungnya ada payung pinjaman dari Chika. Perjalanan ke NUS untuk melihat pameran "Cultures of Creativity: the Centennial Exhitibion of the Nobel Prize" yang baru dibuka hari ini ditandai dengan hujan di sepanjang perjalanan.
Setiba saya di NUS University Hall, saya dipandu oleh mahasiswa yang masih gugup-gugup dan salah-salah, maklumlah, itu hari pertamanya menjadi pandu. Saat saya masih berkeliling melihat-lihat, saya dihampiri oleh seorang ibu, anggota staf NUS yang hendak memfoto saya menjadi modelnya untuk sampul majalah NUS. Hahaha … tidak menyangka. Setelah beberapa kali berpose dan berpindah-pindah tempat, akhirnya jadi juga fotonya.
SORE DAN MALAM. Menjelajahi jalur MRT hijau, saya menutup siklusnya di statsiun Outram Park, makan, lalu ke Tan Boon Liat Building, yup, ke SKS Books Warehouse yang terkenal itu dan sempat beli NIV Study Bible untuk Billy di sana. Toko buku yang sangat menarik, walaupun di kompleks pergudangan, tetap saja lebih bagus daripada BPK Gunung Mulia.
Sampai hari ini saya sudah menghabiskan sekitar $40 untuk transportasi saja, sehingga rencana untuk kembali ke Chinese Garden pada malam hari untuk melihat lampion saya batalkan, toh sudah dua kali saya melewatinya dan melihatnya dari atas. Malam hari saya berkeliling pusat perbelanjaan dari Raffles Place ke CityLink sampai Orchard Road.
Akhirnya saya sudah bisa menemukan tempat-tempat makan yang murah, sekitar $3-4, bahkan di Orchard sekalipun. Demikianlah hari ini, tidak terlalu banyak lagi yang bisa dijelajahi, semua situs utama sudah didatangi, dari Jurong sampai Changi, dari Kusu sampai Kranji. Besok tinggal saatnya membeli oleh-oleh titipan.
Aih aih jadi model NUS ?
Narsisme yg dikonfirmasi.
Nice Article. Keep up The Good work.
Thanks for the information!!