Nov
16
Filed Under (Uncategorized) by akiskandar on 16-11-2006

Berada di Tengah adalah bagian yang paling sulit. Mudah kita memulai suatu proyek, suatu perjuangan, suatu pergerakan, asalkan ada cukup dorongan, mudah juga kita mengakhirinya. Tetapi yang paling sulit adalah ketika kita berada di tengah-tengah. Saat itulah banyak pertanyaan berkecamuk, keraguan menerpa dan kebimbangan mengguncang keteguhan hati kita yang semula.

Ketika kita berada di Tengah, bahaya yang sangat besar yang mengancam kita adalah kesendirian dan perasaan sendiri. Ketika rasanya tidak ada orang yang bisa diajak berbagi, tidak ada sahabat yang siap diandalkan, ketika sulit rasanya meyakinkan diri sendiri bahwa benar inilah jalan yang harus dan seharusnya saya tempuh, kendati segala hambatan dan rintangan yang ada, maka kita menjadi goyah. Betapapun kokohnya keyakinan kita ketika memulai, seringkali tetap saja masalah "Tengah" ini mengganggu.

Maka sangat penting bahwa kita mempersiapkan diri bukan saja untuk memulai dan mengakhiri tetapi terutama untuk menjaga stamina kita, bukan cuma stamina fisik, tetapi juga stamina mental dan stamina rohani agar kita bisa melalui masa-masa "Tengah" yang bagaikan padang gurun yang gersang, yang kering dan nampaknya tak berujung. Ketika kita berada dalam tahap-tahap perencanaan, ingatlah selalu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melalui masa-masa "Tengah" yang mengerikan karena "Tengah" adalah sebuah medan pertempuran dan kecuali kita telah mempersiapkan diri kita baik-baik menghadapi masa-masa itu, hidup bisa menjadi hancur berantakan karena beratnya tekanan padang gurun "Tengah" itu.

Ketika kita berada di Tengah, berpeganglah erat-erat pada iman, jangan sekali-kali melepaskannya. Ketika kita berada di Tengah, mintalah sahabat kita untuk selalu dekat dengan kita, walaupun ia mungkin sulit mengerti pergumulan kita. Ketika kita berada di Tengah, sabarlah menanggung segala tekanan, sebab di Tengah itulah kita mengalami pembentukan yang sesungguhnya: daya tahan dan daya juang kita, bukti dari keinginan dan kesungguhan kita untuk mencapai garis akhir dengan baik.

Tengah adalah medan pertempuran batin yang sesungguhnya, satu pertempuran yang menentukan kehidupan kita: berhasil atau gagal.