It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Hari ini, 22 Desember, masyarakat Tionghoa merayakan hari onde. Setiap orang boleh memakan kue onde yang dibuat oleh Ibu sebanyak usianya menurut kalender tradisional Cina, yaitu usia masehinya ditambah satu. Uniknya, perayaan kue onde jatuh pada tanggal 22 Desember menurut tahun masehi kecuali pada tahun-tahun kabisat di mana perayaan ini dirayakan pada tanggal 21 Desember.
Ada cerita apa di belakang tradisi ini? Menurut satu cerita yang saya ketahui, ada seorang pemuda yang entah kenapa menjadi buta di tengah hutan. Ia ditemukan orang dan dibawa pulang ke rumahnya. Di rumah, ketika ia tengah lelap tertidur di malam hari, ibundanya mencongkel matanya sendiri untuk diberikan kepada anaknya. Ketika pada pagi hari pemuda itu bangun ia terkejut bahwa ia sudah bisa melihat lagi dan kemudian menyadari apa yang telah dilakukan ibundanya. Ia ingin mengembalikan kedua mata ibundanya itu, tetapi sang ibunda menolak.
Satu hal yang dikatakan oleh ibundanya: cukup buatkan saya kue onde dan masukkan ke mata saya untuk mengisi rongga yang kosong itu. Maka si pemuda pun membuatkan kue onde dan memasukkannya ke rongga mata ibundanya. Ajaib, ternyata kue onde itu berubah menjadi mata sehingga sang ibu pun bisa melihat lagi. Dari situlah konon asal perayaan kue onde. Mungkin itu jugakah sebabnya Hari Ibu dirayakan setiap 22 Desember?