It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Berikut adalah SMS Natal saya:
Have a joyous Christmas time. May these days be a time to reflect, refresh & revitalise our lives, to have a burning desire to enjoy the Lord even more.
Dan berikut adalah SMS tahun baru saya:
Welcome to our new year, with its new challenges, new incomprehensibles, new chances. … The way ahead of us is gonna be really exciting. ….
Setelah hari-hari akhir semester yang supersibuk dan masa-masa Natal yang juga sibuk, setelah resolusi malam Natal dan malam tahun baru, akhirnya tibalah tahun yang baru ini.
Tahun baru membawa tantangan-tantangan baru. Tahun baru kita rayakan secara luar biasa karena harapan-harapan baru dan kesempatan-kesempatan baru yang dibawanya. Tetapi tahun baru juga akan membawa hal-hal baru yang tetap tidak akan kita mengerti. Akan ada belokan-belokan sejarah, pengalihan-pengalihan rencana yang telah kita buat, kejutan-kejutan yang Tuhan siapkan di banyak titik di tahun yang baru ini.
Yang penting bagi kita adalah bergantung kepada Tuhan, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, membuat perencanaan yang matang, hidup dengan disiplin, menjaga keseimbangan hidup, dan Tuhan akan menunjukkan diri-Nya sebagai pribadi yang setia. Ketika kita membiarkan Tuhan yang mengemudi, Dia mungkin akan membawa kita melalui tempat-tempat yang tak terduga, mengejutkan, tetapi memiliki keindahan yang juga tak terkatakan dan tak terbandingkan.
Ada kalanya kita perlu membuat keputusan-keputusan yang tidak populis. Ada kalanya juga kita harus membuat keputusan-keputusan yang membuat kita terlihat seperti orang bodoh. Seringkali orang tidak akan mengerti kenapa kita begini dan kenapa kita begitu. Ada kalanya kita ingin bercerita dan berbagi beban, tetapi begitu sulit menemukan orang yang memahami diri kita. Kenapa hidup menjadi begitu sulit? Kenapa kita perlu dan bahkan harus menjadi tidak populis? Kenapa kita tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang hidup menurut standar "orang kebanyakan" dan menikmati pengakuan dari orang-orang di sekitar kita?
Karena kita sedang membangun sesuatu yang besar! Besar, sangat besar, sehingga tidak mungkin dicapai hanya dalam 1-2 tahun, sangat tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Roma tidak dibangun dalam semalam, kan?
Orang sekarang berharap sesuatu yang nyata, yang cepat terlihat wujud akhirnya. Tetapi konstruksi macam apa yang selesai dalam 1 tahun, dalam 2 tahun? Hanya hal-hal kecil yang diselesaikan dalam waktu singkat. Tetapi kita, kita sedang membangun sebuah metastruktur yang akan mengubah segala-galanya, kita sedang membangun sebuah tatanan dunia baru yang kekal. Untuk itu dibutuhkan bukan saja waktu yang sama sekali tidak singkat. Maka orang-orang yang berharap melihat suatu bentuk nyata dalam waktu singkat tidak akan terpuaskan. Dan demikian pula orang-orang yang rabun jauh, mereka yang tidak visioner. Bukan berarti kita bisa memastikan apa yang ada di depan kita, tetapi dalam ketidakmenentuan hidup kita tetap bisa melihat jauh ke depan. Walaupun tidak bisa melihat dua-tiga langkah di depan, kita punya cetak biru bentuk akhir dari metastruktur ini dan kita juga didampingi oleh sang Arsitek Agung yang senantiasa menuntun kita, langkah demi langkah, dalam ketidakmengertian kita, untuk bekerja sesuai cetak biru yang telah dibuat-Nya.
Karena tuntunan itulah kita berani menjadi tidak populis, berani terlihat bagaikan orang bodoh, berani berenang melawan arus "orang kebanyakan", berani berjuang menafikan mediokritas.
Karena semua itulah kita harus secara teratur menyediakan waktu untuk mengkalibrasi ulang diri kita dengan sang Arsitek Agung dan cetak biru-Nya.
Inilah tahun yang baru. Selamanya di hadapan kita terbentang sebuah terra incognita, tetapi terra incognita inilah lahan kita untuk membangun metastruktur itu. Inilah perjuangan kita. Menjawab tantangan. Menafikan mediokritas.
Selamat tahun baru!
This holiday, I’ve learnt a new thing: how to better manage my holiday times. Previously, I had always used a significant part of my holiday doing work-related stuffs. But in these last days, with my octopus-like activities, with many feet going around many places and grasping many things but none is firmly footed, I need to be very strict about my time management. Holiday is for holiday. It’s a time of rest, a time to relax, a time to be with my family, to be with the dearest of my friends, to be with myself.
Holiday is a time of solitude, a time of reflection, but also a time of joyous celebration. Holiday is a time to reconnect and to maintain long-forgotten relationships - a time to mend the broken ones as well.