It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Isu lingkungan hidup belakangan ini sangat kencang terdengar di media massa. Kalau sebelumnya hanya di media internasional seperti Time (saya tidak menonton TV, jadi tidak tahu bagaimana kondisi di dunia itu), belakangan ini santer sudah isu-isu itu dihembuskan juga oleh Kompas. Memang sulit sekali hidup "hijau" di Indonesia. Kalau kita mau belanja, bilang ke petugasnya, "Tidak usah pakai kantong plastik deh, saya langsung bawa saja." Apa reaksi mereka?
Biasanya agak melongo sebentar, atau bertanya "Benar nih?" atau malah ragu-ragu, takut ditegur oleh atasannya. Kalau di toko buku lebih enak, karena bisa langsung ditenteng, dan kalaupun petugasnya bertanya, paling-paling pertanyaannya, "Mau langsung dibaca ya?" Kalau beli banyak buku, saya sudah menyiapkan tas ransel, jadi semuanya bisa langsung dimasukkan ke tas. Lha kalau belanja di supermarket? Yah, mau tidak mau deh.
Yang mengesalkan kalau di toko buku pinggiran jalan. Nilai plus mereka adalah diskonnya yang besar, mereka berani memberikan diskon sampai 20% dalam kondisi normal. Mereka menekan marjin keuntungan untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan. Untuk mencegah buku-buku yang mereka jual menjadi kotor, setiap buku dibungkus plastik dan saat kita berbelanja semua buku yang sudah berplastik itu dimasukkan lagi ke kantong plastik. Sangat banyak plastik! Kalau diberitahu, "Tidak usah pakai kantong plastik deh," apa reaksi mereka? Satu kali saya dijawab, "Nggak diskon lagi kok, kalau nggak pakai plastik." Hmmh, memang susah berurusan dengan orang-orang yang cuma bisa melihat selangkah ke depan! Memangnya dia kira cuma uang yang saya pikirkan?
Hari ini saya mendapat kabar gembira. Satu email tiba dari toko buku (ak.’sa.ra), "(ak.’sa.ra) Goes Green", salah satu isinya mengenai BYOB (Bring Your Own Bag):
Akhirnya! Memang sudah waktunya! Konsumsi kantong plastik kita luar biasa banyaknya, dan ironisnya, banyak orang merasa kantong plastik adalah sebuah tanda kemewahan dan ukuran bonafit sebuah toko sementara mereka memperlakukan kantong plastik sebagai sebuah barang sekali pakai (disposable) sementara kenyataannya sampai tujuh turunan pun kantong plastik itu tidak akan habis terurai. Sudah saatnya. Jangan tunda-tunda lagi.