It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Salah satu rencana liburan saya adalah menghabiskan 3 hari 2 malam di almamater saya, STT Cipanas. Untuk apa? Untuk menyegarkan kembali diri saya. Dengan cara apa? Dengan membenamkan diri di perpustakaan. Hah? Petugas administrasi yang saya hubungi di STT Cipanas sampai bertanya-tanya. Apa tidak salah? "Kok refreshing-nya begitu sih? Kalau saya mah bisa-bisa tambah stres, kalau refreshing-nya begitu …" ujarnya.
Ya, ada beberapa masalah dengan Hakim-Hakim dan ketertarikan saya (yang mungkin agak esoterik hehe …) terhadap beberapa topik di Perjanjian Lama. Dan untuk memuaskan ketertarikan yang esoterik itu, cara yang terbaik adalah dengan menghabiskan waktu di perpustakaan. Dan di mana lagi, kalau bukan di Perpustakaan STT Cipanas? Kekayaan buku biblikanya ditambah dengan sistem perpustakaan terbukanya, membuat saya merasa sangat nyaman di situ.
Rencana berubah. Saya hanya bisa menghabiskan satu hari di situ karena tiba terlalu sore di hari Kamis (perpustakaan tutup di hari Sabtu). Yang lebih mengesalkan, ternyata petugas perpustakaan tiba terlambat 40 menit! Tanpa rasa bersalah, dia mengatakan habis kendurian dulu pagi-pagi sebelum ke kantor. Astaga … kerja atau kerja ini? Seharusnya saya punya 7 jam hari itu, pk. 08-12 dan pk. 13-16 karena perpustakaan tutup 1 jam untuk makan siang. Ternyata setelah istirahat makan siang pun bukanya terlambat lagi, walaupun hanya sekitar 5 menit … tetapi tentunya mereka istirahat makan siang dan tutup pada sore harinya tepat waktu.
Sumber-sumber yang saya cari pun tidak saya temukan secara memadai. Mungkin memang minat saya terlalu esoterik ya …. Hmmmhhh … agak susah juga nih kalau begini ….
Tapi selama di sana saya jadi terkenang masa-masa lalu dan tergugah untuk kembali menekuni studi teologia di tingkat yang lebih lanjut. Mungkin M.Th.? Atau M.Litt.? Haha … sudahlah, itu harus dilupakan, nanti tidak jelas kapan mau fokus berkaryanya, lagipula itu kan sudah pernah digumulkan … saya akan meneruskan studi di bidang ilmu pendidikan, bukan di teologia.
Saya kembali juga tergugah untuk berlangganan jurnal-jurnal Perjanjian Lama … tapi memang harganya sangat mahal. Satu kesimpulan saya: gaya studi saya sudah harus berubah, tidak bisa lagi terlalu mengandalkan buku-buku teks, tetapi harus beralih kepada jurnal-jurnal. Juga, tidak bisa terlalu mengandalkan karya orang lain tetapi harus pandai-pandai mengasah keterampilan diri sendiri untuk mengadakan penelitian, untuk mengorek, mempelajari Alkitab hingga detail. Untuk studi yang agak-agak esoterik ini, pertama-tama hati saya sendiri harus dijaga dengan sangat waspada, jangan sampai menyimpang.
Jadi berikutnya, saya tidak mungkin lagi ke perpustakaan dengan beberapa ketetarikan esoterik saya lantas mengharapkan akan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya harus terlebih dulu mengadakan studi pribadi secara mendalam, baru lantas membandingkan dan mendiskusikan hasilnya. Nampaknya itulah yang harus terjadi selanjutnya.
Maka pergumulannya adalah bagaimana mewujudkan itu semua, menyelenggarakan bentuk kehidupan dan disiplin monastik dalam kehidupan sehari-hari, demi pengenalan yang lebih baik terhadap Tuhan dan terhadap Firman-Nya. Jangan sampai ketertarikan dan rasa penasaran itu malah membahayakan kehidupan rohani sendiri; sebaliknya, itu harus membangun dan menempa diri secara kuat dan kokoh.
Berbeda dengan persepsi banyak orang, kenyataannya pekerjaan saya tidak mengizinkan saya banyak berlibur. Tahun ini saya mendapat libur 5 hari. Ya, 5 hari! Bandingkan dengan jatah cuti standar yang 12 hari per tahun. Sedikit bukan?
Di tengah-tengah masa libur ini, masih saja ada cukup banyak kegiatan yang harus saya lakukan. Sulit sekali mendapatkan kesempatan beristirahat di hari-hari ini kalau bukan dengan mengoptimalkan kesempatan di hari Minggu pagi. Sampai-sampai saya harus terus mengingatkan diri saya, "Dre, ini hari libur. Santailah. Beristirahatlah."
Semalam saya baru kembali ke Jakarta menjelang tengah malam. Lusa saya sudah harus berangkat lagi, menempuh perjalanan selama 6 jam ke luar kota. Hari ini rencananya saya mau berolahraga, tapi mengingat padatnya jadwal minggu depan, rasanya lebih baik hari ini dimanfaatkan untuk tidur-tidur, makan, membaca-baca beberapa buku, melakukan beberapa persiapan akhir untuk sesi-sesi yang akan saya bawakan minggu mendatang.
Rasanya agak tidak nyaman berlibur dengan cara seperti ini, apalagi kalau mengingat bahwa persis di penghujung masa liburan ini masih ada tagihan-tagihan yang harus dibayar, sudah harus langsung masuk kuliah, berbarengan pula dengan masuk kembali ke sekolah. Mungkin memang untuk benar-benar menikmati liburan saya harus mencari tempat yang jauh dari keramaian dan pusat aktivitas, tempat yang asri, hening, tapi tentunya harus terjangkau oleh listrik, sinyal seluler dan Internet. Haha … dasar orang metropolis! Mau liburan saja, susah sekali ….
Yah, mungkin sebaiknya sekarang saya mulai mengangan-angankan seperti apa seharusnya liburan saya yang berikutnya, supaya bisa benar-benar menikmati liburan idaman saya ….