It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Hidup memiliki rangkaian kesempatan dan pembuktian yang datang silih-berganti. Ketika kesempatan itu datang, yang manusia bisa perbuat adalah menangkapnya dengan sigap. Berikutnya, adalah waktu pembuktian dirinya, bahwa ia layak mendapatkan kesempatan itu. Sebuah pembuktian diri bisa membawa manusia kepada kesempatan berikutnya. Demikianlah silih berganti keduanya datang dan pergi.
Kelajuan seseorang di dalam kehidupan ini adalah sebuah fungsi dari kesiapan dan kematangan seorang manusia dalam memanfaatkan kesempatan dan pembuktian itu dengan bijaksana, dewasa dan cerdas. Kesempatan mobilitas vertikal juga datang dengan cara yang lebih-kurang sama.
Di dalam kehidupan ini, ketika seorang manusia mempunyai kekuasaan atas diri orang lain, seyogianyalah ia juga memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dipercayakan ke bawah pimpinannya itu untuk mempunyai kesempatan dan membuktikan diri. Seorang yang tidak bisa mengelola keduanya secara berimbang akan menjadi orang yang tidak menyenangkan.
Ketika seorang pimpinan meminta anak buahnya membuktikan diri terus-menerus, tanpa diimbangi oleh kesempatan yang setara, maka ia sedang memanipulasi anak buahnya itu demi kepentingan dan keuntungan pribadinya. Demikian pula jika kesempatan diberikan secara berlebihan tanpa diimbangi pembuktian diri, maka ia sedang menempatkan anak buahnya di jalur cepat menuju kejatuhan … dan kejatuhan dari tempat yang lebih tinggi akan lebih menyakitkan dan menghancurkan.
Seorang yang "dinilai" belum membuktikan apa-apa tetapi kenyataannya berada di bawah tuntutan pekerjaan yang dipersepsikan tinggi sebenarnya tidak berada pada posisi tertuduh, sebaliknya kondisinya itu menunjukkan keadaan sebuah sistem yang lemah serta pemimpin yang kompetensi dan kualifikasinya perlu dipertanyakan; mereka itulah yang duduk di kursi terdakwa.