It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Di antara semua pusat kebudayaan yang ada di Jakarta, Pusat Kebudayaan Rusia dan India berturut-turut menempati peringkat terburuk.
"Jawaharlal Nehru" Indian Cultural Centre memiliki tempat yang sangat strategis, di perempatan antara H.A. Salim dan Imam Bonjol, tidak jauh dari Bundaran HI, tetapi tempat itu sangat kumuh, tidak terawat, nampak kusam dan berdebu di mana-mana. Dari luar hingga ke dalam, nuansa yang sama tergambar dengan sangat jelas.
Pusat Kebudayaan Rusia lebih parah lagi. Pelayanan yang kasar dan seadanya selalu menyambut kita di Pusat Kebudayaan Rusia di Pangeran Diponegoro. Operator telepon seringkali menjawab telepon dengan asal-asalan, antara mau dan tidak, dengan nada yang menyebalkan pula. Tidak sekali dua kali saya menyapa dan bertanya kepada petugas setempat (atau mungkin pacar dari petugasnya?) dan diacuhkan begitu saja.
Tahun ini dicanangkan sebagai Tahun Bahasa Rusia. Menurut situs Internet mereka, tahun ini penguasaan bahasa Rusia akan dipromosikan secara gencar di seluruh dunia, tetapi kenyataannya informasinya diberikan asal-asalan, semaunya, dan bahkan cenderung menyesatkan. Ditambah pula dengan jam kerja yang tidak jelas sehingga setiap kali datang harus diperlukan menelepon dulu, apakah mereka masih buka.
Sayangnya, bahasa Rusia memang masih merupakan bahasa yang cukup penting, menilik tataran geopolitik dunia masa kini. Nampaknya masih cukup penting menguasai bahasa yang satu ini. Yah, mungkin untuk beberapa bulan perlu ditahankan berbagai perasaan tidak suka ini.
Mau belajar bahasa Rusia, Ndre? Atau mau ke Rusia? hehehe… udah coba ke Klub Bahasa Rusia BERYOZKA, belum?
Soal Pusat Kebudayaan India dan Rusia memang cerminan negara-nya. India lebih humble, Rusia lebih high profile. Di India, orang bisa bermeditasi, yoga dan menari gembira. Di Rusia punya pusat kebudayaan, orang tak bisa berdiam sedikit saja dalam perenungan. Dulu ada pak Amin, lulusan MJA (Moscow Juducial Academy) bilang kalau mau ke Rusia mesti punya mental Stalin. Aku bilang, tidak perlu, karena kita punya mental Soekarno… hehehe
Kalo mau tanya2 ke klub bahasa itu aja… Aku ada nomor kontaknya sih, atau udah punya?
mungkin itu dulu ya.. tapi belakangan ini saya hubungi Pusat Kebudayaan Rusia, operatornya ramah kok. Mungkin udah ganti orang. hehe
Seperti pelayanan mrk tdk begitu. sy sempat ngorol sama bp Sulaiman, baik dan memberikan byk info ke saya. malah dia jawab nga bosan dg sms di jawab trus.
Hi!
My name is Jessika!