It’s where I’d like to share my thoughts, my passion, my life: the world of Christian Education. For more of my blogs, take a look at http://360.yahoo.com/akiskandar/ To have a peek at my world, go to http://www.flickr.com/photos/akiskandar/
Saya baru saja membeli 4 buah tiket Jiffest.
Walaupun bukan orang yang terlalu suka menonton, saya selalu menikmati
Jiffet. Dalam film yang baik, saya percaya, kita bisa bercermin, bukan
saja di cermin itu kita melihat pantulan diri kita tetapi juga banyak
hal yang ada di latar belakang kita.
Film yang baik juga akan membantu kita berefleksi dengan baik,
berfilosofi dengan lebih baik, memikirkan ulang banyak hal di dalam
kehidupan kita. Di dalam sebuah film yang baik kita bukan saja
menemukan sebuah relaksasi bagi pikiran dan jiwa kita, tetapi juga
sebuah oasis yang membantu kita memiliki perspektif-perspektif yang
segar.
Keterlarutan di dalam sebuah film bisa jadi bahkan mampu mengubah perspektif kita terhadap kehidupan.
Bukan seperti film-film lokal yang kini banyak menghiasi layar TV kita,
yang menggugah emosi sesaat, penuh dengan deformasi dan invaliditas
moral yang tak terselesaikan atau diselesaikan secara prematur dan
superfisial, sebuah film yang baik akan menggugah emosi dengan
menyediakan alternatif penyaluran yang terarah dan bermanfaat bagi
masyarakat secara luas, mendorong masyarakat untuk bertindak dan
membuat perubahan.
Sebuah film bisa menjadi sebuah mimbar yang sangat efektif, jika
dimanfaatkan dengan baik. Sebuah film bisa menjadi sebuah meja yang
fasilitatif, jika digunakan dengan semestinya. Sebuah film bisa membuka
sebuah forum, sebuah wacana, sebuah kesadaran … menuju dunia yang
baru.
Itulah film, sebuah produk kebudayaan manusia.