Dec
27

Renungan tentang Kehidupan

Filed Under (Uncategorized) by akiskandar on 27-12-2007

Dengan asumsi saya akan hidup 70 tahun - dan tetap produktif hingga tahun ke-70 itu, maka saya sudah melalui hampir 40% dari masa hidup saya, 40% yang sekali-pakai dan tidak bisa didaur ulang. HUT GKK yang ke-80, 11 Januari 2008, bertepatan dengan hari ke-10.000 dalam hidup saya. Tidak sedikit hari-hari yang sudah saya lalui. Tapi … apa yang sudah saya capai?

Saya merasa tidak ada apa-apanya. Akankah impian-impian saya menjadi kenyataan? Nampaknya, langkah-langkah strategis yang saya ambil selama ini terasa salah … apakah ini hanya sindrom-di-tengah-perjalanan atau benar-benar sebuah kesalahan? Apakah ada langkah-langkah lain yang lebih efektif dengan daya ungkit yang lebih besar yang seharusnya sudah saya ambil? Bagaimana dengan apa yang sudah terjadi selama ini?

Satu hal yang saya yakini, apa yang telah terjadi tidak saya sesali. Tetapi, mungkinkah saya "menebus" kerugian potensial yang tidak berhasil saya dapatkan hingga sejauh ini?

Semakin lama semakin saya menyadari - dan ini benar-benar memfrustrasikan - betapa sedikitnya yang saya ketahui, betapa sedikitnya yang saya kuasai, betapa banyaknya hal-hal yang seharusnya sudah saya kuasai! Betapa berbedanya sistem pendidikan yang saya jalani di Indonesia ini dengan sistem pendidikan yang dijalani orang-orang di Eropa Barat dan Amerika Serikat … belum lagi melihat sistem pendidikan di universitas-universitas mereka!

Bagaimana ketertinggalan ini dapat dikejar? Lagipula, apa sih yang sebenarnya saya kejar dalam hidup ini?

Sekonyong-konyong, hidup jadi terasa begitu menjemukan, begitu tidak berarti, begitu memfrustrasikan …. Apa yang bermakna di dalam kehidupan ini? Adakah sesuatu yang pantas dikejar? Dan kalau itu dikejar, bisakah kita benar-benar menangkapnya? Atau, apakah pengejaran itu tidak akan berakhir?

Apa makna di balik kehidupan ini? Apa sih yang disebut dengan "mengisi kehidupan"?

Sejauh mana di dalam kehidupan kita bisa membuat perencanaan dan sejauh mana kita harus berpuas diri dengan melangkah hanya satu demi satu, tanpa pernah mengetahui belokan berikutnya, tanpa pernah memahami keseluruhan skemanya …? Akankah pengejaran ini suatu saat berakhir?

Seberapa besar prestasi yang bisa dicapai seorang manusia dalam masa hidupnya yang singkat? Seberapa banyak kita bisa menafikan faktor lingkungan, faktor "keberuntungan", faktor-faktor pembentuk masa lalu kita? Adakah semua itu bisa dikompensasikan di masa kini dan mendatang? Seberapa jauh seorang harus berjuang mengkompensasikan masa lalunya?

Perjuangan hidup ternyata bukan sebuah entitas tunggal … pertama-tama perlu ada perjuangan untuk mengkompensasikan masa lalu, kemudian perjuangan untuk mencukupkan masa kini dan barulah perjuangan untuk meraih masa depan. Tapi masalahnya, yang pertama pun sudah sangat sulit. Haruskah itu diabaikan? Cukupkah kita berjuang langsung kepada yang ketiga? Pantaskah kalau yang kedua pun diabaikan? Tapi sampai kapan? Bukankah itu bagian dari tanggung jawab menjadi seorang dewasa?

Ketika kaki kita terikat pada pada lalu dan tangan kita terikat pada masa kini, masih mungkinkah kita meraih kemenangan atas masa depan? Yang mana dari belenggu-belenggu itu yang harus dilepaskan terlebih dulu?

Aaarrrggghhh … what a life! Damn, it’s so frustrating, so tiring! What should I be obsessed with all this, anyway? … But I just can’t get myself off the hook ….



1 Comment So Far

Budi on 24 January, 2008 at 12:26 am #
    

Ngerenung ngerenung apa lagi sih? taon baru kan udah lewat ampir 1 bulan. tau2 12 bulan abis lagi buat renungan2 aneh kayak gini. dasar melankolis kronis !!!


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: